
Sebuah
stasiun Kereta Api di bibir pantai. Beberapa pejabat stasiun berpakaian
putih terlihat berpose menghadap kamera. Matahari bersinar cerah pagi
itu. Kok tau itu pagi? Ya, karena sinar matahari datang dari arah
belakang, menghantam langsung ke dinding putih stasiun yang bertuliskan
"PRIAMAN". Ingat, bahwa Pariaman berada di pantai barat Sumatera.
Artinya, sinar datang dari Timur. Timur artinya pagi. Sederhana, bukan?
:)
Inilah stasiun Pariaman. Sampai sekarang stasiun ini masih
ada dan masih berfungsi membawa penumpang dari Padang ke Pariaman dan
sebaliknya. Namun kondisinya sudah jelas jauh berbeda.
Stasiun
sekarang tenggelam ditengah hiruk pikuknya pasar Pariaman. Berbeda
dengan di dalam foto yang terlihat berwibawa, stasiun sekarang terlihat
kerdil karena kalah tinggi dengan bangunan-bangunan ruko di sekitarnya.
Tegak
lurus terhadap stasiun sekarang adalah jalan besar, dan disanalah
deretan ruko serta pasar berdiri. Sejajar dengan rel di depan stasiun
juga ada jalan yang membawa kita menuju pantai Gondoriah, pantai wisata
kota Pariaman. Kita bisa makan nasi SEK disana. Eits, jangan salah. Nasi
SEK adalah istilah lokal yang artinya nasi SEribu Kanyang (Kenyang).
Tapi itu dulu, waktu istilah itu baru diciptakan. Sekarang,jangankan kenyang, nasi apa yang bisa dapat dengan duit cuman seribu perak????? :) jangkenyang, nasi apa yang bisa dapat dengan duit cuman seribu perak????? :)
No comments:
Post a Comment